Minggu, 20 Februari 2011

Cerita Ayah tempo Doeloe

Lebaran tahun ini, keluargaku mudik ke rumah ayahku. Setelah bosan dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Oh ya, Meysa adalah anak pertamaku umurnya baru 5 tahun, Dia selalu tertarik kepada hal tentang lingkungan. Mungkin karena sering menonton saluran discovery channel di rumah.

Teringat ketika bermain sore hari di taman merdeka,

"papa, pohon itu kasih kita oksigen untuk nafas, kan?" kata Meysa,

"Iya sayang, kamu tau banyak sekarang." jawab ku

"Kenapa pohon di tebang, pa?" Meysa merespon langsung ketika melihat penebangan pohon di taman. Sebelum aku menjawab pertanyaannya, Meysa melanjutkan pertanyaan lagi, "hmm. papa. Orang yang bisa suruh dia berhenti siapa yah?”. “badan lingkungan hidup kota ini, sa”, Jawab ku.

Dan keesokan harinya dia berlari mendekati ku yang baru saja pulang kerja, “hei, manis.” Aku gendong, dan Meysa pun langsung berbisik kepada ku, “papa, aku ingin jadi menteri lingkungan hidup, supaya nggak ada lagi yang nebang pohon”. “Kamu pasti bisa, sayang” sambil mencium pipi kanannya dan tersenyum kepada istri ku.

Perjalanan hampir usai, ditandai dengan udara segar menyejukkan tubuh ketika menghirup nafas panjang dan terdengar suara jangkrik bernyanyi menghibur kami dalam perjalanan malam hari itu.

“Kakek, disini sejuk yah udaranya, bebas polusi !.”, Meysa. Sambil memeluk dan tersenyum kepada kakeknya. “Wah, Meysa udah tau tentang polusi yah, hebat ! Di rumah kakek, banyak pohonnya makanya polutan dikit”, jawab ayah ku. “Meysa, tau kan apa aja polutan?” “Tau donk, kek.”. “Bagus deh kalau kamu tau, soalnya polutan itu menyebabkan polusi, polusi kan jahat, sa. Bisa buat kita sakit jantung karena udara tercemar dapat membuat peradangan, anak kecil juga kena loh (ASIP 2010), menyebabkan keterlambatan perkembangan anak di usia 3 tahun dan timbulnya penyakit asma pada anak., serta membuat IQ anak rendah (KOMPAS 2009)

“Gimana caranya yah, kek. Supaya jadi sejuk gini?” Meysa bertanya lagi.

“Dulu, papa mu itu orang yang cinta lingkungan”. “Oh ya? Papa ku hebat.” Komentar Meysa. “Terus, terus, kek.”. “Papa sering menanam pohon. Kita mulai dari yang dekat dulu, sa. Kita tanam di halaman rumah, taman komplek perumahan sampai ikut program tanam satu milyar pohonnya negara.”

“ihhh, seru. Nanti aku mulai tanam di halaman rumah, kek.”. “Bagus! cucu yang pintar.”

“Tapi kek, tanam apa yah?” Meysa penasaran. “Semua tanaman bisa ditanam di halaman sa. Di rumah kakek, ada tanaman lidah buaya dan bunga krisan, selain indah dipandang bunga krisan bisa mengurangi 90 persen polutan di dalam ruangan.” (Kompas 2010).

“Wah, kakek tau banyak, aku mau jadi pecinta lingkungan ahh” Ucap Meysa. “Kakek percaya kok Meysa Pasi bisa asal jangan lupa untuk buang sampah pada tempatnya,”

“Huamm… aku tidur dulu yah, kek”

“tidur nyenyak yah, besok kita belajar menanam pohon”

Setelah Meysa tertidur, sekarang giliran percakapan orang dewasa. Tepatnya percakapan anak dan ayah. Seperti biasa, ayah pasti menanyakan tentang karirku. Spesial pada malam ini, ayah bertanya tentang kontribusiku dalam menjaga lingkungan.

Mengingat Indonesia menjadi negara produsen karbondioksida terbesar ketiga berdasarkan pada pengukuran saat terjadi kebakaran hutan tahun 2007. (Rahmat 2010) yang dipublikasikan pada konferensi internasional perubahan iklim di Bali tahun 2010. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang paling rentan terhadap perubahan iklim. (World bank 2009), seperti banjir dan tsunami. Dan khususnya jawa barat , tempat tinggal orang tuaku, dengan tingkat polusi tertinggi se-Indonesia dapat menimbulkan hujan asam yang dampaknya lebih berbahaya. (Herlambang 2010)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik data pencemaran udara di jawa barat adalah sebagai berikut,

No.

Parameter

Jumlah Beban

Pencemaran (ton/tahun)

Tahun 1998

Jumlah Beban

Pencemaran (ton/tahun)

Tahun 2000

1.

2.

3.

4.

5.

Carbon Monoksida (CO)

Hidro Carbon (HC)

Nitrogen Oksida (NO)

Sulfur Dioksida (SO2)

Debu

113.208.00

9.918.00

5.503.00

421.00

544.00

268.378.40

23.511.75

13.046.15

1.003.55

1.290.28

Sumber : NKLD Buku II Propinsi Jabar 1998 dan BPS Propinsi Jabar 2000

Aku jawab mulai dari ecodriving, yaitu perilaku mengemudi ekonomis dan ramah lingkungan harus menjadi pedoman berkendara seperti memindahkan transmisi ke posisi yang lebih tinggi secepat mungkin, hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu, matikan mesin bila memungkinkan, serta melakukan servis kendaraan dengan teratur (WWF Indonesia 2010) sampai gagasanku kepada pemerintah kota tentang tata gedung di kota. Karena aku percaya bahwa pembangunan yang pesat membawa perubahan keseimbangan lingkungan Kawasan yang seharusnya untuk lahan pemukiman kini banyak berubah untuk kawasan pendidikan, perkantoran bahkan perdagangan. Akibatnya timbul beberapa masalah lingkungan, seperti makin kurangnya ruang terbuka, kemacetan lalu lintas yang akan mengakibatkan meningkatnya kadar polusi. (SLDH 2001).

Namun, dari semua jawaban yang ku berikan pada ayahku, jawaban yang paling aku banggakan adalah aku berhasil mencetak generasi yang cinta lingkungan, Meysa. Karena aku percaya apabila setiap orang tua dapat menumbuhkan kesadaran pada anak mereka untuk menjaga lingkungan tidak diragukan lagi, kerusakan lingkungan akan terhenti karena semua generasi Indonesia tertanam cinta lingkungan dari kecil.

Keesokan harinya, sesuai janji ayahku kepada Meysa untuk mengajaknya menanam. Kami menghabiskan banyak waktu untuk menanam banyak tanaman di halaman rumah sampai waktu makan siang tiba dan kita makan siang di taman yang baru saja kita buat. “Papa, Kakek, Bunda menanam pohon itu mengasyikkan yah. Nanti kita banyak tanam di rumah” Pesan Meysa sambil memperlihatkan senyuman manisnya kepada kami.

Sore hari, kami pun pulang ke rumah, dengan diakhiri oleh percakapan antara cucu dan kakek, “Kek, aku pulang dulu yah, mau tanam-tanam di rumah.” Kata Meysa. “Oke, Meysa. Jadi pecinta lingkungan yang baik yah, dan jangan lupa untuk …”

“membuang sampah pada tempatnya” Serempak ucapan Meysa dan ayahku kompak seperti sahabat yang sudah lama kenal.


Dan selama perjalanan, Meysa tidak berhenti menceritakan tentang apa yang dia dapat dari kakeknya dan terus berbicara tentang apa yang akan dia lakukan nanti sesaat sampai di rumah. “Meysa ingin tanam pohon di halaman rumah, nanti Meysa ajak teman-teman juga dan mulai sekarang Meysa akan membuang sampah pada tempatnya.” Ucapan Meysa yang menjadi kalimat favorit ku. Sekali lagi aku meyakinkan pada diri sendiri bahwa aku percaya apabila setiap orang tua dapat menumbuhkan kesadaran pada anak mereka untuk menjaga lingkungan tidak diragukan lagi, kerusakan lingkungan akan terhenti karena semua generasi Indonesia tertanam cinta lingkungan dari kecil.



Daftar Pustaka

1. American Society untuk Patologi Investigasi (ASIP). 2010. Polusi udara dapat merusak jantung dan meningkatkan resiko penyakit [Terhubung berkala] http://www.news-medical.net/news/20100429/109/Indonesian.aspx?page=2

2. Awas, Polusi Udara Bikin IQ Anak Rendah.2009. [terhubung berkala] http://kesehatan.kompas.com/read/2009/07/21/10480740/Awas.Polusi.Udara.Bikin.IQ.Anak.Rendah

3. Herlambang , Cornelius Helmy. 2010. Tingkat Polusi Jabar Tinggi, Awas Hujan Asam. [Terhubung berkala] http://kesehatan.kompas.com/read/2009/07/28/21040960/Tingkat.Polusi.Jabar.Tinggi..Awas.Hujan.Asam

4. http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/COUNTRIES/EASTASIAPACIFICEXT/INDONESIAEXTN/0,,contentMDK:22393673~pagePK:1497618~piPK:217854~theSitePK:226309,00.html (2009)

5. Rahmat. 2010. Indonesia Penyumbang Polusi Terbesar Ketiga. [Terhubung berkala] http://news.okezone.com/read/2010/03/10/337/311108/indonesia-penyumbang-polusi-terbesar-ketiga

6. Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Jawa Barat.2001[terhubung berkala] www.menlh.go.id/i/art/pdf_1065226849.pdf

7. Tanaman yang dapat menyerap polutan. 2010. [Terhubung berkala] http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/08/03/21025424/Tanaman.yang.Dapat.Menyerap.Polutan

8. WWF Indonesia. 2010. Smart Driving, Eco Driving [terhubung berkala] http://www.wwf.or.id/berita_fakta/publications/?19582/Smart-Driving-Eco-Driving


Kamis, 20 Januari 2011

Indonesia Mengajar : Rizki, My Genius Student

Inspiring story for better Indonesia...

Kisah tentang Pengajar Muda Indonesia Mengajar bernama Mb Wiwin (Erwin Puspaningtyas Irjayanti) aka Waheeda El Humayra
(alumni IPB) yang saat ini ditempatkan di Majene, Sulawesi Barat.
originally posted at http://www.indonesiamengajar.org/index.php?m=program.pelatihan



Rizki, My Genius Student
Erwin "Wiwin" Puspaningtyas Irjayanti (Pengajar Muda di Kab. Majene, Sulawesi Barat)

The Old Man said, Everyday has its miracle. I am not the Old Woman, but I believe it too: EVERYDAY HAS ITS MIRACLE"

Kisah ini hadir di layar komputermu setelah seorang guru di SD terpencil berlari-lari riang selama 45 menit sembari membawa parang bersama 3 muridnya yang menggenggam bambu runcing untuk menghalau babi--jika sewaktu-waktu ketemu--menuju "Bukit Harapan", demikian bukit itu diberi nama baru-baru ini karena di bukit itu telah ditemukan sinyal GPRS. Diketik dengan penuh kesabaran di atas keyboard HP Nokia E63, inilah kisah yg ingin diceritakan oleh guru SD terpencil itu:


Tentang Rizki.

Teman-temannya, murid kelas 3, bercerita tentang dia kepada saya: anak itu, namanya Rizki. Rizki Ramlan. 9 tahun. Sejak 4 bulan belakangan, dia tak pernah berangkat ke sekolah. Tanpa alasan. Namun desas desus menyebutkan, bahwa ia malas bangun pagi. Dengan kehadirannya yang tak lebih dari 20 kali dalam 1 semester, teman2nya mengenal ia sebagai anak pandai. Rizki, ia tinggal di Tamaluppu.


Tentang Tamaluppu.

Ialah sebuah tempat yg lebih terpencil dari Passau--tempat terpencil dimana saya tinggal saat ini.


Ini adalah statistik tentang Tamaluppu (T) Vs. Passau (P).


*Jumlah rumah: 13 (T) Vs. 60 (P).


*Listrik: sama sekali tidak ada (T) Vs. genset desa dr jam 19.00-22.00 (P).


*Sinyal GSM: sama sekali tidak ada (T) Vs. Maksimal utk SMS di spot tertentu (P)


*Jarak dari jln.poros Majene-Mamuju: 6-7 km / 1,5-2 jam perjalanan (T) Vs. 3 km / 45 menit perjalanan (P).


*Dapat dicapai menggunakan: hanya dengan jalan kaki dari Passau (T) Vs. Motor, jika tidak turun hujan (P)


Tentang Ide Mengajar di Tamaluppu

Pada hari dimana saya mengemukakan ide bahwa saya ingin seminggu 2x memberi pelajaran tambahan bagi anak-anak di Tamaluppu, banyak orang menganjurkan untuk tidak usah, karena itu jauh, susah, repot. Anak2 Tamaluppu juga lebih pemalu dari anak2 super pemalu di Passau. Buat apa? Kenapa tidak menyuruh mereka saja yang ke sini utk mendapatkan pelajaran tambahan?

Saya bergeming. Hanya tersenyum dan dengan halus menjawab keberatan orang2, "saya akan tetap ke sana, meski sendirian."


Tentang Tamaluppu yang Saya Kenal.

Sudah tiga minggu ritual ini berjalan: Jam 3 sore, setiap Selasa dan Jumat, pergi ke Tamaluppu mengajar anak-anak di sana. Kami belajar dimana saja: di rumah Ali (murid kelas 6), di halaman langgar, di bawah pohon kelapa (yg sedang tidak berbuah). Saya mengenang Tamaluppu dalam beberapa potongan memori:

--ialah suatu tempat dimana 8 dari 63 murid saya tinggal. Yang jika hari hujam, dipastikan anak2 itu tidak akan berangkat sekolah.

--Sebab jika hari hujan, jalan setapak yg sedianya mereka lewati berubah menjadi sungai dan air terjun.

--Anak2 itu berangkat ke sekolah dengan membawa bambu runcing, sebab di perjalanan dari Tamaluppu menuju Passau, seringkali mereka musti berhadapan dengan babi hutan.


Antara Saya dan Rizki Ramlan

Saya tidak pernah mengenal anak itu. Menyentuhnya. Berbicara dengannya. Saya tidak mampu. Ia begitu tak tersentuh. Begitu jauh. Setiap kali saya berusaha mendekatinya sehabis saya mengajar anak2 Tamaluppu yang lain, ia selalu lari. Menjauh. Mengintai saya dari tempat yang menurutnya paling aman sedunia: persembunyiannya. Saya mengalah. Saya memilih tidak memaksa.


Hingga pada suatu sore yg berhujan deras, yg tak henti-henti sampai petang dan malam tiba, saya memutuskan untuk menerima kesopanan orangtua Ali yg menawarkan saya bermalam di rumah mereka.

Singkatnya malam itu, Rizki yg malu-malu itu, pada suatu kesempatan saat saya habis salat isya, dari balik pintu dia melemparkan: selembar kertas yg bulat karena diremas, dua lembar, tiga lembar, sampai 6 lembar. Lalu, dia lari.

Dia berlari dan menjauh. Tak tersentuh untuk kesekian kalinya.


Saya membuka kertas2 itu. Isinya, membuat saya mematung:

Coretan soal2 matematika yg tiga minggu ini kuajarkan pada anak-anak Tamaluppu, kelas 4, kelas 6.

Di kertas yg lain, coretan soal yg dia buat sendiri, dan dia jawab sendiri. Dan 80% jawabannya adalah benar: materi kelas 4, materi kelas 6. Rizki, kelas 3, sudah 4 bulan tidak masuk sekolah.


Aku tertegun. Mematung.


Dalam nyala obor, aku menulis di sesobek kertas: "Pintar sekali kamu! Sekolah di mana?". Kuremas kertas itu.

Lalu keluar rumah: mencari sosoknya di kegelapan dan menemukannya sedang mengintaiku dari bawah tangga. Kulempar kertas itu di tempat yg terlihat namun agak jauh darinya, lalu pergi seolah-olah yg barusn kulempar adalah sampah.


Tak lama, dari jendela yg sengaja kubuka, masuklah segumpal kertas:

"Tidak sekolah. Tidak ada yang diajarnya. Tidak ada gurunya."

Aku tersenyum. Benar dugaanku bahwa dia akan membalas suratku. Tanpa sempat menutup jendela, aku tertidur. Tak tahu bahwa seorang anak meringkuk di bawah jendela, menanti ada balasan atas segumpal kertas yg dilemparnya. Hanya karena dia berpikir bahwa jendela itu masih terbuka. Ketika pagi, baru aku sadar: jendela terbuka, aku melongok, menemukan tubuh kecil meringkuk di atas bangku dari bambu. Tertidur. Tangannya menggenggam kertas, dan pulpen.


Tentang suatu hari bernama Selasa, 14 Desember 2010, sekira pukul 15.30 WITA

Hari hampir hujan. 30 menit perjalanan dari Passau sudah saya tempuh. 15 menit lagi, saya tiba di Tamaluppu. Antara ya dan tidak, sembari menatap langit berawan pekat, saya memutuskan melanjutkan perjalanan. Tak sampai 5 menit, hujan turun. Langsung sangat deras. Saya berteduh di bawah pohon jambu mete, bersama kakak angkat saya yang juga guru sukarela, Kak Yani. Semenit, dua menit.



Di kejauhan, di bawah butiran air yg menyamarkan pandangan mata, samar-samar kulihat sesosok bocah. Bertelanjang dada, bercelana yang warnanya seperti coklat. Parang di tangan kirinya, daun pisang di tangan kanannya. Dia mendekat. Semakin dekat dan dia menuju kami. Menuju saya. Mengulurkan daun pisang di tangan kanannya, satu untuk saya, satu untuk Kak Yani.

Aku dan Kak Yani saling bertatapan.


Aku bertanya yg segera diterjemahkan oleh Kak Yani yang intinya, "ngapain kamu di sini? Dari kebun?"


Dia tak menjawab.

Dadanya naik turun. Naik, turun. Naik, turun. Naik turun dengan cepat. Air hujan, mungkin, telah mengaburkan--jika benar--air matanya.


Dia menangis.


Ya, dia menangis.


Lalu, dengan bahasa Mandar yg kacau, saya bertanya, "mangappai i'o sumangiq, Rizki? Mengapa kamu menangis, Rizki?"


Aku mengulurkan tangan. Meraih tubuh basan kuyupnya. Dan untuk pertama kalinya, ia diam. Tak berlari. Tak menjauh. Rizki, akhirnya, aku dapat menyentuh tubuh kecilnya.


Lalu tiba-tiba, Tiba-tiba saja, dia menyambutku. Memeluk pinggangku. Melingkarkan tangannya yang masih memegang parang di pinggangku.

"Puang, yakkuq meloq massikola."

Dalam hujan, dia menenggelamkan kepalanya di perutku, mengalahkan derasnya suara hujan dengan suaranya, "Puang, saya mau sekolah."


Dia memelukku. Erat.


Aku mematung. Haru. Sakit. Sesak. Bahagia. Sesak oleh perasaan bahagia.


Teringat olehku tentang pagi itu, ketika bocah itu masih meringkuk tertidur di bangku bambu bersama segenggam kertas dan pulpen, saat kuletakkan segenggam kertas di dekat kepalanya, "Pergilah ke sekolah. Aku guru di sana. Akan kuajar kau tentang rahasia-rahasia yang ingin kau tahu. Semua rahasia. Pergilah ke sekolah."


Pagi ini, 15 Desember 2010

Kebahagiaan adalah ketika dari jendela rumahm saya melihat anak-anak Tamaluppu tiba di sekolah. Ada Rizki di sana. Dengan seragam kusut robek-robeknya. Saat aku masuk halaman sekolah, ia tengah memegang raket badminton.

Saat ia kutatap, ia melengos. Pura-pura tak melihat. Dia masih malu-malu.


Saat kudekati, ia kembali berlari.

Ia kembali menjauh.

Ia kembali tak tersentuh.

Tapi aku tahu, hari-hari esok, dia akan melemparkan bola-bola kertasnya kepadaku. Lagi. Seperti tadi siang ketika tiba-tiba ia melemparku segenggam kertas, "Kapan Tamaluppu akan mengalami musim salju seperti di Amerika?"



***


Salam hangat dari Bukit Harapan


Kamis, 23 Desember 2010

mau pintar ?? makanya .......

"Hei, otaknya dimana sih? Di dengkul?"
wow ! jangan sampai deh kita dibilang gitu, dan kita harus sabar juga jangan bilang kayak gitu.
karena apa yang kita tanem, itu yang kita panen nanti.
well, masih tentang quote awal tadi tuh, sebenarnya otak itu dimana sih?
haha, bukan itu yang mau dibahas kok, jelas otak di dalam tempurung tengkorak kita masing2.
yang mau kita omongin nih, kawan. tentang explorasiii otak! ternyataaa kita bisa memaksimalkan kinerja otak. as we know, bapak ilmuwan kita yang populer itu, konon kemampuan otak yang dipakanya tak lebih dari 10%. Subhanallah, kepada allah yang telah memberikan teknologi yang luar duar biasa dahsyat pada otak kita.

"Dan perlu kita ketahui juga bahwa Otak manusia yang ukurannya hanya sebesar setengah jeruk Bali dan dengan berat sekitar 1,5 kilogram dapat mengalahkan CRAY supercomputer yang berbobot 7 ton. Otak manusia dapat bekerja dengan kecepatan 200 triliun kalkulasi per detik, sedangkan CRAY supercomputer hanya 400 juta kalkulasi per detik. (WOW!!)"

dan ucapan dari Irwan Widiatmoko atau lebih dikenal dengan Mr SGM (Super Great Memory)

Daya ingat manusia lebih fantastis daripada yang dibayangkan. Apabila seluruh informasi di alam semesta dimasukkan ke dalam otak kita, otak kita tidak akan penuh

so, catatan selanjutnya akan membahas salah satu cara gimana sih cara mengekspolari otak kita supaya otaknya bisa kita pakai semaksimal mungkin. hehe
check this out!


1. Olahraga
Seberapa sering Anda diingatkan untuk berolahraga? Himbauan, obrolan, hingga dorongan untuk berolahraga tentu seringkali Anda dengar. Namun sudahkah dijalankan secara teratur?

"Latihan fisik menjadi cara terbaik menjaga fungsi kognitif untuk mengimbangi pertambahan usia Anda," kata Fred H. Gage, PhD.

Pernyataan dari seorang profesor yang juga spesialis penyakit neurodegenerative di Salk Institute, La Jolla, California ini menjadi salah satu saja referensi tentang pentingnya olahraga.
Penelitian yang dilakukan Gage menunjukkan, berolahraga secara signifikan bisa meningkatkan aliran darah ke hipokampus. Hipokampus adalah bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal. Bagian otak ini menghasilkan sel baru yang membantu pertumbuhan dan peningkatan mental seseorang.

2. Tiru cara makan orang Yunani
Jika ingin otak Anda tetap bekerja baik, dengan kecerdasan berpikir sebagai hasilnya, jaga nutrisi dan pola makan Anda seperti cara orang Yunani.

Orang Yunani sejak lama menerapkan pola makan ala Mediteranian. Wajar saja jika banyak ahli filsafat dengan kecerdasan tinggi lahir dari negeri Yunani. Menjalani diet Mediteranian artinya Anda mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah besar, lemak baik seperti minyak zaitun, serta mengurangi konsumsi garam dan daging merah.

Mereka yang menjalani diet Mediteranian mengurangi risiko penyakit Alzheimer, dengan tingkat risiko 40 persen lebih rendah. Demikian disebutkan dalam laporan penelitian dari Universitas Columbia. Penelitian lain menyebutkan, diet Mediteranian ini juga mengurangi risiko kehilangan daya ingat. Para pakar mengklaim, diet memiliki kekuatan sebagai antioksidan yang mampu melawan peradangan.


3. Bertualanglah!
Ingin menjadi individu kreatif? Bertualanglah! Lakukan perjalanan ke berbagai kota atau negara yang belum pernah Anda singgahi. Berbaur dan memelajari budaya asing atau baru bisa mendorong individu untuk menjadi lebih kreatif. Sebuah penelitian menunjukkan, mereka yang tinggal di luar negeri memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dalam pekerjaan kreatif seperti menggambar, menulis, dan juga lebih mampu dalam menyelesaikan masalah.

"Mereka dituntut untuk selalu belajar dari berbagai hal yang sederhana," kata penulis penelitian tersebut, William W. Maddux, PhD, yang juga asisten profesor perilaku organisasi di sekolah bisnis di Fountainbleu, Perancis.

Sebagai contoh, lanjut Maddux, kebiasaan menyisakan makanan di Amerika dianggap penghinaan, namun berbeda dengan di China, hal tersebut dianggap sopan.

"Kemampuan untuk melihat sesuatu dari berbagai sisi dan perspektif yang berbeda, mendorong kita untuk meningkatkan kreativitas," kata Maddux.

Bertualang tak harus dengan menetap di negeri orang. Belajar bahasa asing, menjadi pakar kuliner negeri orang juga bisa menjadi pilihan lain untuk mengembangkan diri.

4. Menjaga lemak tubuh

Apa kaitannya indeks massa tubuh (body mass index) dengan kerja otak? Rasanya aneh, bahkan terkesan menghubung-hubungkan saja. Namun, sebuah studi menunjukkan keterkaitan antara lemak tubuh yang menimbulkan risiko penurunan daya ingat bagi perempuan, yang pada akhirnya menurunkan produktivitas kerja.

"Lemak melepaskan sitokin (molekul yang membantu memicu respons sistem kekebalan tubuh-RED). Zat ini memproduksi hormon yang membahayakan sel-sel saraf," papar penulis studi, Diana R Kerwin, MD, asisten profesor di Northwestern University Feinberg School of Medicine. Selanjutnya, Kerwin menyarankan perempuan perlu menjaga BMI pada level 20 - 24.

Jadi, pastikan BMI Anda ideal, artinya menjaga lemak tubuh tetap normal dan menghindari obesitas. Seseorang dikatakan obesitas jika memiliki nilai BMI di atas 30.

5. Tidurlah dengan benar
Tubuh Anda membutuhkan pasokan energi yang cukup untuk bisa tampil produktif. Untuk memastikan pasokan energi melimpah, tidurlah 7-8 jam setiap malam.

Jangan pernah memaksakan diri bekerja tanpa istirahat yang cukup. Karena jika Anda terus-menerus tak memberi waktu untuk tidur pada malam hari dengan baik, esok hari Anda akan kehilangan fokus, dan tak mampu berpikir rasional. Mulai sekarang, berikan tubuh Anda hak untuk tidur pada malam hari lebih baik lagi.

6. Lakukan hal menyenangkan
Lakukan hal baru yang menantang untuk meningkatkan kemampuan Anda. Seperti hobi memanjat, atau hal baru lainnya yang menyenangkan. Kebiasaan baru dan menyenangkan ini bisa menciptakan jalur saraf baru ke otak. Dengan begitu, pikiran Anda tetap tajam setiap waktu. Kuncinya, pilih aktivitas atau hobi baru yang menyenangkan. Jangan melakukan hobi baru yang hanya akan membuat Anda tertekan.

"Semakin Anda menikmati sebuah aktivitas, Anda terpacu untuk terus menjalaninya," jelas Yaakov Stern, PhD, profesor neuropsikologi klinis di Columbia University.

7. Batasi dan taklukkan pekerjaan Anda
Multitasking sudah menjadi deskripsi kerja yang bisa dialami siapa saja sekarang ini. Namun meski sukses mengerjakan berbagai pekerjaan dalam satu waktu, hasilnya cenderung tak akan maksimal. Kualitas kerja bisa menurun jika Anda melakukan berbagai hal yang tak ada kaitannya dengan pekerjaan dalam satu waktu.

"Prefrontal cortec, daerah penting untuk pengolahan informasi, secara optimal dirancang untuk melakukan satu hal pada suatu waktu," jelas Adam Gazzaley, MD, direktur Neuroscience Imaging Center, Universitas California, San Francisco.

Dr Gazzaley menyarankan, jika pekerjaan Anda menuntut performa dan konsentrasi tinggi, maka singkirkanlah hal lain yang menganggu. Caranya, matikan situs jejaring sosial, e-mail, atau matikan ponsel (tentunya jika pekerjaan Anda tak ada kaitannya dengan fungsi berbagai alat ini). Segera setelah Anda menyelesaikan pekerjaan dengan sukses, bolehlah Anda update status Facebook atau melakukan hal lain yang tak terkait pekerjaan.


masih meremehkan otak sendiri?

maka mulai saat ini berhentilah untuk mengutuk, mencemooh apalagi menganggap bodoh otak kita sendiri! maka the world in your hand. hahaha, ayoo, maksimalkan kinerja otak kita bung. klo warga indonesia udah pinter2 semua, wahh, tau sendiri nanti tanah air tercinta kita bakal jadi apa. :D

Selasa, 30 November 2010

Salah satu yang perlu diperhatikan

Disini ada salah satu hadist, yang sangat mengenaskan jika kita punya penyakit seperti ini,
nah, bagaimana cara untuk tidak terkena, mari kita tanya ahlinya :D

Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkan sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak allah swt dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan empat penyakit

  1. Kebingungan tiada putusnya
  2. Kesibukan tiada untungnya
  3. Kebutuhan tiada terpenuhi
  4. Khayalan tiada berjuang

Klo menurutku, hal yang paling ditakutkan adalah Kesibukan tiada untungnya dan Khayalan tiada berjuang.

Bayangkan aja deh, udah capek-capek sibuk-sibukan, melangkah dari utara sampai selatan, mengendarai dari barat ke timur. Keringat bercucuran, keikhlasan yang kokoh tertanam.
HABIS semua karena tiada untungnya.

Lalu, yang kedua, sesuai kata kutipan "Cakapmu mau jadi orang sukses. Tapi lagakmu tak mau berjuang" menyeramkan apabila menjadi orang si pemilik mulut besar, talk only no action. wahhhh.

semoga kita tidak termasuk pada golongangnya.
Amin.

Minggu, 31 Oktober 2010

Untuk kita renungkan | Ebiet G. Ade

Kita Mesti Telanjang dan Benar-benar Bersih
Suci Lahir dan Di Dalam Batin
Tegaklah Ke Dalam Sebelum Bicara
Singkirkan Debu Yang Masih Melekat

Singkirkan Debu Yang Masih Melekat

Anugerah dan Bencana Adalah Kehendaknya
Kita Mesti Tabah Menjalani
Hanya Cambuk Kecil Agar Kita Sadar
Adalah Dia Di Atas Segalanya

Adalah Dia Di Atas Segalanya

Anak Menjerit-jerit
Asap Panas Membakar
Lahar dan Badai Menyapu Bersih
ini Bukan Hukuman
Hanya Satu Isyarat
Bahwa Kita Mesti Banyak Berbenah

Memang
Bila Kita Kaji Lebih Jauh
Dalam Kekalutan
Masih Banyak Tangan
Yang Tega Berbuat Nista Oh
Tuhan Pasti Telah Memperhitungkan
Amal dan Dosa Yang Telah Kita Perbuat
Kemanakah Lagi Kita Kan Sembunyi
Hanya Kepadanya Kita Kembali
Tak Ada Yang Bakal Bisa Menjawab
Mari
Hanya Tunduk Sujud Padanya

Kita Mesti Berjuang Memerangi Diri
Bercermin dan Banyaklah Bercermin
Tuhan Ada Di Sini Di Dalam Jiwa Ini
Berusahalah Agar Dia Tersenyum Oh
Berubahlah Agar Dia Tersenyum

PRAY FOR INDONESIA

Pray for Indonesia

Jumlah korban meninggal di Kepulauan Mentawai terus bertambah. Data posko bencana Mentawai Sampai dengan Sabtu (20/10) pukul 19.30 jumlah penduduk yang meninggal akibat gempa bumi dan tsunami telah mencapai 433 orang atau bertambah 20 orang dibandingkan dengan Jumat kemarin.

Sementara total penduduk yang hilang sebanyak 112 orang atau telah berkurang dari hari sebelumnya yang berjumlah 163 orang. Untuk luka berat pada hari Sabtu ini sebanyak 170 dan luka ringan 142 orang.

"Semua yang luka berat tidak perlu ke padang cukup disini saja nanti (di Sikakap)," ujarnya, Sabtu (30/10).
Sementara sejumlah penduduk yang mengalami luka berat di daerah terus dievakuasi dari dusun-dusun di Kepulauan Mentawai yang terkena musibah. Para korban di bawa ke Rumah Sakit Darurat, Batalyon Kesehatan Kostrad TNI.
REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--

Diawali dengan berita korban bencana yang melanda indonesia, belum lagi berita tentang meletusnya gunung merapi di pulau jawa,
Sedang kalut-kalutnya dan semangat untuk meneriaki pray for indonesia, berita tersebut berbarengan dengan berita bentrokan dimana-dimana, dimulai dari rumput lapangan sepak bola sampai aspal jalan raya. (@kabar pagi di tvone jam 5.30)
wahh, sedih deh jadinya, udah indonesia, tanah air tecinta, terkena bencana heboh. Maaasiih aja ada yang buat 'heboh' dengan tema yang lain. Memang Indonesia di awal abad 21 ini gitu-gitu aja. Ingat-ingat lagi beberapa hari yang lalu kita baru saja memeringati hari sumpah pemuda.
Banyak harapan, ketika di pertengahan abad 21 ketika para pemuda sekarang sudah waktunya menempati kursi - kursi pemerintahan, posisi yang sangat menyita waktu tidur karena amanahnya yang berat (bukan karena gajinya yang klo dibawa dikantong jadi berat :D)

Indonesia menjadi jauh lebih baik

Bersih dari korupsi karena sudah belajar dari para senior dulu,
Sangat jauh jauh lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan parpol dan yayasannya,
Sangat lebih aware terhadap lingkungan sekitar karena sudah sangat kenal dengan lingkungan yang perlu dibantu, seperti yang selalu dikatakan mahasiswa saat sebelum aksi, kurang lebih seperti ini, "kalau menurut data memang menunjukkan pengurangan kemiskinan, tetapi kami, yang langsung di lapangan, melihat kemiskinan-kemiskinan itu masih banyak disekitar kita."
serta, teknologi yang akan berkembang menjadi saingan negara-negara besar lainnya di dunia, di tambah bahan mentah industri banyak sekali di Indonesia,
apabila masih ada pernyataan "sumber daya manusia indonesia masih kurang mampu untuk mengembangkannya". Ya, mungkin itu berlaku pada ahli di Indoensia dekade ini (soalnya banyak profesor di perguruan tinggi luar negeri orang Indonesia). Tapi, di tahun-tahun mendatang pemuda ini siap untuk mengolah barang-barang yang ada dengan ilmunya, karena telah belajar dari seniornya yang belum mau untuk mengolahnya.

Membahas tentang banyaknya orang indonesia yang jadi profesor ahli di luar negeri sana, ditambah profesor ahli di dalam negeri. ada quotes yang menarik menurutku,
"Negaraku surgaku, bila tiba waktunya, kita wajib pulang mengamalkan ilmu, memajukan bangsa kita"
(oleh Atang, di novel negeri 5 menara karya A. Fuadi)

Pray for Indonesia,
Semoga negara kita makin berkembang dan makin bersih, sesuai dengan doa-doa kita dari jutaan warga Indonesia yang mengharapkan perubahan.

Kamis, 30 September 2010

teruntuk teman-temanku, sahabat pejuang!

Dalam posting yang satu ini, aku akan bercerita-cerita tentang beberapa orang, teman-teman yang memiliki pandangan dan pemikiran yang hampir sama.

okai, dalam masa perkuliahanku pada tahun pertama ini penuuuhhh warna - warni. Dari sekian warna tersebut, yang ingin diceritakan adalah warna di kepengurusan. (Hmmm. warnanya apa yah? :thinking: )
Untuk daerah kepengurusan di SMA. Well, saya cukup keasinan makan garamnya, sampai-sampai minum air mineral 2 galon. ( pemberitahuan : perlu bahwa kalimat terakhir sampai tanda koma itu bohong).
Dan untuk daerah kepengurusan di perguruan tinggi, ada yang berbeda, teman! Salah satu yang berbeda adalah, kita, perlu untuk memikirkan kesejahteraan mahasiswa lain, yang katanya sebagai insan yang akan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia kita ini.
Udah dehh, langsung aja ke inti.
Pertama, teruntuk sahabat-sahabat ku yang memiliki rasa simpati, sampai terucap kata yang masih ku ingat, "laparnya mahasiswa tpb, jadi pikiran kita juga sekarang".
Lalu, teruntuk sahabatku yang rela pulang malam, kurang tidur, walaupun tidak mau mengaku padahal terlihat kantung mata yang cukup dimasukin telepon genggam terlihat, untuk mengurusi berbagai acara atau pekerjaan yang menyangkut public service untuk orang diluar sana. Subhanallah.Dan pada raga yang terlihat lelah itu, dalam jiwanya bergejolak semangat yang luar biasa, menggenggam prinsip yang mereka pegang, dengan menjawab ketika ku tanya, "ini bekal untuk angkatan selanjutnya, penerus kita"
yupp, memang pada saat itu memang ada acara untuk perkenalan mahasiswa baru dan regenerasi kepengurusan badan eksekutif mahasiswa.
Dalam hatiku menjawabnya, yah, semoga berhasil kawan, teruslah berjuang dalam koridor membangun Indonesia untuk lebih baik.